Keluhkan Seringnya Mati Lampu, Warga Desa Remen Jenu Wadul ke Kades

Keluhkan Seringnya Mati Lampu, Warga Desa Remen Jenu Wadul ke Kades
Terlihat warga saat mengadu ke Kades Remen karena listriknya sering mati

TUBAN – Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Apa jadinya jika tegangan listrik tidak bisa digunakan secara optimal?, pastinya akan merusak peralatan rumah tangga.

Seperti yang dialami oleh warga Dusun Sumur Pawon, Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Akibat tegangan listrik yang tidak stabil, belasan warga mengadu ke Kepala Desa setempat.

Salah seorang warga, Trisno mengatakan, kejadian penurunan tegangan listrik ini sangat berdampak terhadap kehidupan warga setempat. Akibatnya, tidak hanya aktivitas warga yang terhambat, namun juga peralatan elektronik seperti mesin cuci, pompa air, kulkas dan alat dapur yang menggunakan aliran listrik menjadi rusak.

Bacaan Lainnya

“Listriknya tidak stabil, sehingga peralatan elektronik di rumah saya dan warga lainnya rusak,” ungkap Trisno kepada Ronggo.id, Jumat (11/2/2022).

Tidak hanya itu, pasca adanya sibel atau pompa air berkapasitas besar untuk pertanian warga yang dipasang oleh pihak PLN dinilai menjadi sumber masalah. Pasalnya, pemasangan tersebut disambungkan melalui jalur kabel menuju pemukiman.

“Sudah sekitar 3 bulan seperti ini. Jangankan untuk memasak atau mencuci, dipakai untuk menyalakan lampu saja kadang terang redup, bahkan sering kali mati lampu,” katanya.

Warga sudah kehabisan akal untuk mengatasi permasalahan ini. Sebab, sejak adanya kejadian ini, warga sudah mengadu kepada Pemerintah Desa setempat hingga melaporkan hal ini kepada petugas PLN Tuban.

“Sudah sering kali kami mengadu ke PLN, baik di Tuban maupun kepada yang punya kenalan di Jakarta juga kepada Pak Inggi (Kades,Red), tapi hingga kini tidak ada tanggapan. Kalau seperti ini terus ya kita akan rame-rame kantor PLN,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Remen, Rusdiono mengaku, jika warganya sudah pernah melaporkan hal itu dan Pemdes sendiri telah mengirimkan surat pemberitahuan dan permohonan perbaikan kepada pihak PLN Tuban.

“Saya kira sudah ada perbaikan, wong sekitar tiga bulan lalu kami sudah mengirimkan surat kepada PLN untuk dilakukan perbaikan,” terang Rusdiono.

Dengan adanya keluhan warga ini, ia mengaku bakal kembali meminta bantuan agar segera dilakukan perbaikan oleh PLN dengan mengirimkan surat.

“Ini kan warga saya, jika dalam dua sampai tiga hari tidak ada tanggapan juga, ya terserah warga mau ke sana (Kantor PLN Tuban,Red) juga kami akan dampingi,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Tim Ronggo.id masih mencoba menghubungi pihak PLN Tuban, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada respon.

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS

Pos terkait