, (Ronggo.id) – Kasus pembunuhan yang menewaskan Sekretaris Desa (Sekdes) Sidonganti, Kecamatan Kerek, Agus Sutrisno mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Tuban, Rabu (13/3/2024).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap tersangka Jano (45) warga Guwoterus, Kecamatan Montong ini dipimpin oleh Hakim Ketua, Uzan Mawardi.

Turut menyaksikan sidang tersebut, istri almarhum Agus Sutrisno, Yayuk Sri Kasiani didampingi kuasa hukum serta perwakilan pemerintah desa.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Tuban, Rizki Yanuar menjelaskan, agenda sidang perdana ini ialah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Tersangka didakwa pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider pasal 338 KUHP juncto pasal 55.

“Pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ancaman hukumannya 15 tahun,” terangnya.

Rizky panggilan akrabnya itu menambahkan, untuk sidang lanjutan kasus ini akan digelar pada Selasa 19 Maret 2024 mendatang.

“Sidang selanjutnya untuk mendengarkan keterangan saksi,” imbuhnya.

Sementara itu, istri almarhum Agus Sutrisno, Yayuk Sri Kasiani berharap pelaku pembunuhan yang merenggut nyawa suaminya mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

“Kami berharap semoga pelaku dihukum seumur hidup atau hukuman mati,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Sekdes Sidonganti, Agus Sutrisno tewas bersimbah darah di area ladang di Dusun Bawi, Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, di tepi jalan penghubung Kecamatan Kerek-Montong, Selasa (24/10/2023).

Semula korban mengendarai sepeda motor trail seorang diri hendak menuju ke Kantor Kecamatan Kerek dalam rangka menghadiri rapat.

Setibanya di lokasi kejadian, korban ditabrak mobil pick up hingga terpental. Tak sampai disitu, melihat korban masih hidup, pelaku lantas turun dari mobil dengan membawa senjata tajam jenis parang.

Merasa nyawanya terancam, korban berlari ke tengah ladang untuk menyelamatkan diri. Namun pelaku terus mengejar lalu membacok korban hingga meregang nyawa.

Selepas melancarkan aksinya, para pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu melarikan diri. Kurang lebih 10 jam dalam pengejaran pihak kepolisian, satu orang pelaku yang diketahui bernama Jano akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Grabagan.

Kemudian, pada 17 November 2023, adik kandung Jano, Nardi yang diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut menyusul kakaknya ke Mapolres Tuban.

Dari hasil pemeriksaan, diduga motif pembunuhan yang sempat menggegerkan publik itu dilatarbelakangi urusan asmara. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS