TUBAN, (Ronggo.id)Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite, Solar Subsidi, dan Pertamax secara mendadak dan berlaku mulai pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9/2022).

Meskipun begitu sebagian masyarakat yang ada di Kabupaten Tuban tak ambil pusing dengan kenaikan harga BBM tersebut. Pasalnya, meski mengalami kenaikan, namun warga mengaku jika bahan bakar merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai penunjang aktivitas sehari-hari.

Ahmad Taufiq (27), warga Desa Prunggahan, Kecamatan Semanding ini mengatakan, meski pemerintah telah seringkali menaikan dan menurunkan harga BBM, namun kenaikan yang dinilai mendadak ini juga sedikit membuatnya kaget.

“Biasanya kenaikan harga BBM itu tengah malam seperti yang beberapa waktu lalu diberitakan. Tapi ternyata harganya malah turun. Yang bikin kaget hanya naiknya BBM pada siang bolong,” ungkapnya.

Bahan bakar merupakan penunjang aktivitas masyarakat setiap hari. Meski mengalami kenaikan, namun hal itu dinilai lebih baik daripada BBM mengalami kelangkaan.

“Mending harganya naik tapi mudah didapat, daripada harganya murah tapi sulit,” timpalnya.

Senada dengan Riyanto (34), warga Kecamatan Jenu ini juga mengatakan, jika lebih baik harga BBM mengalami kenaikan namun stoknya melimpah, daripada harga murah namun sulit didapatkan di SPBU.

“Kalau pemerintah menaikan harga BBM ya mau bagaimana lagi. Yang penting stoknya ada dan mudah didapat. Khususnya Solar. Karena beberapa hari kita agak kesulitan mendapatkan solar,” jelas pria yang bekerja sebagai sopir truk antar kota ini.

Sementara itu untuk mengantisipasi dampak penyesuaian harga BBM bersubsidi pertalite dan solar Kepala Kepolisian Resor Tuban AKBP Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kegiatan patroli maupun pengamanan SPBU di wilayah kabupaten Tuban

“Kami sudah perintahkan semua Polsek jajaran yang di wilayahnya terdapat SPBU untuk meningkatkan kegiatan patroli maupun pengamanan” Ucap AKBP Rahman Wijaya.

Pengamanan tersebut dilakukan untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan pasca pengumuman penyesuaian harga BBM bersubsidi oleh pemerintah

“Pengamanan sudah disiapkan, untuk saat ini pengamanan masih kita berlakukan sesuai standar, semoga tidak ada kerawanan yang menonjol.” ujarnya.

Sebatas diketahui, pemerintah telah mengumumkan penyesuaian atau kenaikan harga BBM pada Sabtu (03/09) pukul 14.30 WIB dan berlaku satu jam sejak diumumkannya.

Adapun jenis BBM yang mengalami penyesuaian harga yakni Pertalite, Solar Subsidi, hingga Pertamax dengan rincian Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara itu Pertamax mengalami kenaikan yang semula Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (Said/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS