TUBAN – Seiring dengan adanya pembangunan jembatan Kepet lama, yang berada di jalur Pantura Surabaya-Semarang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Tuban langsung memberlakukan rekayasa lalulintas dengan memberlakukan lajur dua arah. 

Pemberlakuan dua arah Jembatan Kepet yang dimulai pada 26 Oktober hingga akhir November 2021 tersebut dilakukan oleh Satlantas Polres Tuban dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban, Selasa, (27/10/2021). 

Kepala Dinas Perhubungan Tuban, Gunadi mengatakan, penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan karena adanya perbaikannya Jembatan Kepet Lama. Sehingga sementara diberlakukan dua arah. 

“Sesuai pengumuman yang sebelumnya kami sebar, bahwa Jembatan Kepet Lama akan ada perbaikan dan arus lalin akan kami berlakukan dua arah hingga akhir November,” ujar Kadishub. 

Ia mengaku bahwa, penutupan salah satu akses jembatan tersebut diprediksi tidak akan mengganggu arus lalu lintas di wilayah itu. Termasuk kendala kemacetan hingga kekuatan jembatan itu sendiri. Sebab, sebelumnya telah diberlakukan uji coba kelayakan jalan terlebih dahulu selama satu minggu. 

“Hasil uji coba saat itu ternyata tidak ada masalah dan selanjutnya kami melakukan sosialisasi perihal penutupan jembatan ini,” jelasnya. 

Sementara itu, Kanit Diyaksa Satlantas Polres Tuban, IPTU Sampir Santoso menambahkan, jika sosialisasi terkait penutupan jembatan ini juga telah digalakkan baik melalui selebaran hingga ke media sosial. Satlantas Polres Tuban juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas di Jembatan Kepet lama dan pada awal penutupan juga telah ada petugas yang berjaga serta mengarahkan arus lalu lintas. 

“Jembatan yang kami tutup sementara ini di sisi selatan. Untuk arus lalu lintas bagi kendaraan berat maupun sedang yang melintas dari arah Semarang ke Surabaya, masih tetap bisa lewat jembatan yang sisi barat,” terangnya. 

Ia juga menghimbau kepada pengguna jalan dan masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada saat melintas di jalur tersebut. Sebab, selain adanya pemberlakuan lajur dua arah, juga ada perbaikan jembatan. Sehingga secara otomatis volume kendaraan di jembatan baru akan meningkat. 

“Intinya, kami berpesan kepada pengguna jalan agar tetap waspada saat melintas di jembatan ini. Yang terpenting adalah tetap patuh dan tertib saat berlalu lintas,” pungkasnya. 

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS