TUBAN – Jembatan Glendeng, penghubung antara Kabupaten Tuban dan Bojonegoro hari ini resmi dilakukan penutupan total untuk kendaraan roda dua hingga roda diatasnya. Penutupan jembatan itu dilakukan lantaran terjadi penurunan penahan jembatan dan menghawatirkan jika dilalui masyarakat.

Kepala Dinas PUPR dan PRKP Tuban, Agung Supriyadi menjelaskan, penutupan akses penghubung Tuban dan Bojonegoro untuk roda 2 dan roda 4 ini terpaksa ditutup kembali lantaran terjadi kemiringan jembatan yang dinilai sudah melewati batas wajar dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.

Adanya hal tersebut, Dinas PUPR Jawa Timur dan Komisi A DPRD Jatim melakukan kajian dan diputuskan untuk segera dilakukan penutupan akses jembatan, sebab dikhawatirkan dapat mengakibatkan korban jiwa.

“Karena hal itu, Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur segera membuat kajian bahwa jembatan disebelah utara wilayah Tuban mengalami penurunan sekitar 30 centimeter dan dinyatakan jika secara teknis, Jembatan Glendeng tidak layak dilalui,” ungkap Agung Supriyadi kepada Ronggo.id saat ditemui di lokasi jembatan, Sabtu (21/5/2022).

Setelah itu, lanjut Agung, PU Bina Marga Provinsi Jatim segera turun ke Bojonegoro guna menyampaikan kajian tekhnis lanjutan dan akan dikawal oleh Komisi A DPRD Jatim dalam hal penganggarannya.

“Sampai sekarang, jembatan ini asetnya belum jelas, bukan milik Tuban, Bojonegoro, maupun Provinsi. Minggu depan nanti kami segera difasilitasi oleh Bakorwil untuk penegasan tentang aset,” jelasnya.

Langkah tegas ini diambil, semata-mata hanya demi keamanan bagi penggunaan jalan. Sehingga mau tidak mau, upaya penutupan jembatan ini harus dilakukan.

“Dengan berat hati, kami mohon maaf kepada semua masyarakat Tuban dan Bojonegoro, khususnya warga Kecamatan Soko atas ketidaknyamanannya. Karena ini semua demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan,” pungkasnya. (Ags/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS