, (Ronggo.id) – Izin kampanye Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Stadion Lokajaya Tuban yang dihadiri Ketua Umumnya, Kaesang Pangarep berjalan mulus. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kampanye Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang kabarnya sempat dipersulit.

Ketua DPD PSI Tuban, Martun Melani mengaku, jika proses perizinan pemakaian Stadion Lokajaya sebagai lokasi kampanye akbar bertajuk ‘Mawar Melawan' itu berjalan mulus.

“Alhamdulillah mudah semua, tidak ada halangan,” tutur Melani disela kampanye akbar di Stadion Lokajaya Tuban, Jumat (9/2/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPD PSI Tuban, Purnomo Kartohusodo menambahkan, bahwa izin penggunaan Stadion Lokajaya untuk deklarasi kemenangan PSI dilayangkan ke Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban.

“Kita mengikuti semua prosedur yang ada di , jadi tidak pernah dipersulit,” imbuhnya.

Purnomo menyatakan, semula kampanye yang dihadiri putra bungsu Presiden Joko Widodo itu rencanaya di gelar di Tuban Sport Center. Karena pertimbangan tertentu, maka sengaja dialihkan ke lapangan sepak bola yang berada di kawasan lokalisasi Dasin tersebut.

“Karena Tuban Sport Center ini terlalu luas, sehingga kita pilih Lokajaya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Calon Presiden, Ganjar Pranowo menyebut ada pihak-pihak yang sempat berusaha mempersulit agenda kampanyenya di Kabupaten Tuban.

Pernyataan itu dilontarkan pasangan duet Calon Wakil Presiden, Mahfud MD itu saat menyampaikan sambutan dalam kampanye akbar yang berlangsung di Lapangan Watu Gajah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jumat (2/2/2024).

“Beberapa waktu lalu dari pendukung Ganjar-Mahfud ingin membuat acara disini (Tuban), ternyata izinnya mulai dipersulit,” beber Ganjar dihadapan ribuan pendukungnya.

Pernyataan Ganjar itu dibenarkan Ketua Kampanye Akbar Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Tuban, Ony Setiawan. Menurut politisi PDI Perjuangan itu, setidaknya ada 5 lokasi yang tidak diizinkan untuk dijadikan lokasi kampanye akbar Ganjar-Mahfud, yakni Tuban Sport Center, Stadion Lokajaya, Lapangan di Plumpang, Rengel dan Soko.

“Intinya kita tidak diperkenankan menggunakan lapangan tersebut,” ungkap Ony.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menegaskan, seyogyanya kampanye pemilu merupakan hajatan negara sebagaimana perintah konstitusi. Sehingga sudah sepatutnya pemerintah daerah berperan untuk memberikan ruang.

“Ini adalah gawe negara, kepentingan negara, maka sudah selayaknya pemerintah daerah men-support memberikan ruang agar proses demokrasi berjalan dengan baik,” tegasnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS