BOJONEGORO, (Ronggo.id) Dampak cuaca ektrem menyebabkan pasokan ikan segar di kian menurun. Hal itu berdampak pada melonjaknya harga ikan di pasaran hingga mencapai 11 persen.

Seperti yang disampaikan oleh Ismiati, salah seorang penjual ikan laut dan ikan air tawar di Pasar Tradisional Bojonegoro. Menurutnya, harga ikan segar di Bojonegoro sudah sepekan terakhir terus mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan pasokan ikan dari Kabupaten Tuban mengalami penurunan.

“Pasokan ikan segar dari nelayan Tuban mengalami penurunan, sehingga harga ikan di pasar juga mengalami kenaikan hingga 11 persen,” terang Ismiati saat ditemui di lapaknya, Rabu (9/11/2022).

Ia mengaku, rata-rata ikan segar mengalami peningkatan hingga Rp5.000 perkilogramnya. Diantaranya ikan tengiri yang sebelumnya Rp85.000, sekarang mencapai Rp90.000 perkilogram.

Kemudian ikan kakap dari Rp.45.000 menjadi Rp.50.000. Sedangkan ikan Tuna saat ini seharga Rp.50.000 dan cumi-cumi berkisar Rp.70.000 perkilogramnya.

“Karena adanya kenaikan harga itu, penghasilan saya juga menurun drastis. Yang semula rata-rata 2-3 juta, kini hanya 1 juta perhari,” tambahnya.

Berbeda dengan Ismiati, Sumiati (60), penjual ikan di asal Kecamatan Soko ini mengungkapkan bahwa ikan segar yang diawetkan dengan cara direbus atau yang sering disebut ikan pindang, justru tidak mengalami kenaikan harga.

“Kalau harga ikan pindang masih stabil, tidak ada kenaikan. Seperti ikan pindang marneng ini masih Rp25.000 perkilogram. Sedangkan ikan pindang benggol juga tetap Rp4.000 perekor dan ikan tongkol hanya Rp2.500 perekor,” katanya.

Ditemui secara terpisah, Rusdiono (42), nelayan asal Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban membenarkan jika nelayan di wilayah Tuban, khususnya di Kecamatan Palang sudah tidak berlayar selama sekitar satu minggu terakhir.

Pihaknya memilih untuk tidak mencari nafkah dilaut dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat. Dalam menghabiskan waktu selama tidak melaut, dirinya bersama nelayan lain hanya membetulkan jaring atau alat tangkap lain yang mengalami kerusakan.

“Karena cuacanya seperti ini ya tidak melaut. Anginnya kencang dan ombaknya juga besar, khawatir kalau nanti terjadi sesuatu ditengah laut. Sementara ya berhenti nyari ikan sambil menunggu cuaca membaik,” pungkasnya. (Ags/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS