TUBAN, () – Ratusan Kepala Desa dan Bendahara Desa mengikuti Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar (Pungli) dan Korupsi yang dilaksanakan di Pendopo Krida Manunggal Tuban, Rabu (2/11/2022).

Kegiatan yang digelar oleh Inspektorat bersama Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Tuban dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang Pungli dan korupsi agar bisa dijauhi.

“Kegiatan ini sudah mulai sejak Senin (31/10) hingga besok. Untuk hari pertama tentang gratifikasi dan 3 hari selanjutnya tentang pungli,” terang Inspektor Pembantu V pada , Bambang Suhaji.

Menurut Bambang, keberadaan Tim Satgas Saber Pungli sebagai upaya pencegahan terhadap tindakan rasuah . Hingga saat ini, kata Bambang, Tim Satgas Saber Pungli belum pernah melakukan Operasi Tangkap Tangan atau OTT.

“Harapan kami tidak ada lagi Pungli dan korupsi di Kabupaten Tuban,” ujarnya

Namun demikian, lanjut Bambang, pihaknya menghimbau kepada masyarakat, jika memang ditengarai masih ada praktik pungli, agar segera melapor kepada pihak berwajib, Inspektorat atau ke Bupati.

“Jika memang ada (Pungli) kita buka saluran aduan ke mana saja, silakan disertai dengan bukti-bukti yang valid,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi 2 DPRD Tuban, Mashadi sebagai narasumber kegiatan tersebut mendorong supaya Kades dan perangkatnya memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak korupsi, sehingga terhindar dari jeratan hukum.

Disisi lain, Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyinggung terkait kinerja Tim Satgas , bahwa penanganan untuk membuktikan adanya pungli atau korupsi harus ada bukti pendukung yang valid.

“Dulu pernah ada kasus, tapi hasil laporan bukan hasil OTT, dan itu tidak terbukti,” jelasnya.

Mashadi berharap, kegiatan semacam ini harus terus dilakukan. Sebab, membangun kesadaran itu tidak cukup hanya sekali, akan tetapi secara simultan dan berkelanjutan.

“Membangun desa itu bukan hanya tertib administrasi, tetapi juga membangun mindset para kades,” tuturnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS