BOJONEGORO, (Ronggo.id) Dalam meminimalisir dan cegah terjadinya banjir di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro gencar melakukan penataan kota maupun pembangunan gorong-gorong, drainase hingga trotoar diseputaran Bumi Angling Dharma itu.

Tak tanggung-tanggung, melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DPKP) dan Ciptakan Karya menggelontorkan sekitar Rp 153 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2022.

Setidaknya terdapat 12 ruas yang dikerjakan di tahap awal, meliputi jalan MH Tamrin, KH Mansyur Hasyim Ashari, Panglima Sudirman Barat, Untung Suropati, Panglima Polim, jalan Pemuda, jalan dr. Cipto, Basuki Rahmat, Imam Bonjol hingga jalan Hayam Wuruk.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana , Iwan Maulana mengatakan, jika pembangunan dan perbaikan gorong-gorong itu dilakukan untuk menampung debit air menjelang musim hujan, sehingga di wilayah kota dan sekitarnya tidak terjadi banjir seperti sebelumnya.

“Pekerjaan dan perbaikan itu diharapkan mampu menampung lebih banyak air, sehingga tidak ada lagi banjir di Bojonegoro,” ungkap Iwan Maulana saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (27/8/2022).

Namun, dari beberapa titik pekerjaan, khususnya di ruas jalan Panglima Sudirman Barat, terlihat proses pemasangan U ditct beton tidak sesuai ketentuan. Pasalnya, dari kejauhan terlihat berongga atau tidak rapat dan jauh dari kata rapi tersebut malah terkesan asal-asalan.

“Jika ada pekerjaan seperti itu akan langsung kita tindak lanjuti hari ini. Terima kasih jika masyarakat juga ikut mengawasi dan mau memberikan informasi kepada kami,” terangnya.

Ia menambahkan, dalam proses pekerjaan, segala kekurangan akan didata oleh pihak pemilik pekerjaan, dalam hal ini DPKP dan Cipta Karya yang nantinya catatan tersebut akan disampaikan kepada direksi agar pihak kontraktor segera memperbaiki.

“Kami masih belum memberikan sanksi, karena pekerjaan masih berjalan. Tapi segala kekurangan akan kita tulis dibuku direksi supaya menjadi catatan untuk diperbaiki kembali,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, proyek drainase dan trotoar yang dikeluhkan masyarakat tersebut menelan anggaran Rp 4,3 miliar dan dikerjakan oleh CV Dwi Mulia Mas. (Ags/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS