– Sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bakal terdampak proyek pembangunan yang rencanaya dikerjakan paling cepat tahun 2023. Terdapat 35 Desa dari 5 Kecamatan yang nantinya dilewati jalur tersebut dengan total panjang 53,8 kilo meter dan lebar Tol kurang lebih 8 meter.

Saat ini, progres pembangunan Tol yang merupakan kelanjutan dari ruas Tol Semarang-Demak tersebut baru tahap Konsultasi Publik terkait proses pembebasan lahan.

Ketua , Miyadi meminta, jual beli tanah terdampak dilakukan secara terbuka, ia juga menegaskan perihal harga beli tanah harus dibedakan, khususnya antara lahan pertanian produktif dengan tanah yang sebaliknya, sehingga pemilik lahan tidak merasa atau tidak boleh dirugikan.

“Jangan sampai tanah yang subur harganya sama dengan lahan yang tandus, karena tidak adil jika yang terjadi demikian. Bukanya untung tapi malah merugi,” tegas Miyadi kepada , Kamis (24/2/2022).

Belajar dari pembebasan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Kilang Minyak Grass Root Refinery (GGR) yang berada di Kecamatan Jenu. Dimana perilaku pemilik lahan dinilai terlalu konsumtif, sehingga menjadikan masalah baru. Padahal sebelumnya pemerintah telah mewanti-wanti agar uang ganti untung yang diterima dapat dimanfaatkan dengan cara dialokasikan dalam bentuk aset.

“Kadang problemnya, ketika sudah mendapatkan ganti untung, uangnya dibuat foya-foya, setelah uangnya habis jadi stress, mungkin karena tergiur dengan yang diterima,” terang pria yang juga sebagai Ketua PKB Tuban.

Dengan adanya regulasi baru, yaitu Intruksi Presiden (Inpres) No 1 tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanakan Program Jaminan Nasional (BPJS Kesehatan) diharapkan tidak menjadi kendala. Apalagi jika sampai membuat masyarakat kesulitan untuk melepas lahan.

Disebutkan dalam Inpres yang dikeluarkan Presiden pada 6 Januari lalu, Pemohon pendaftaran hak tanah karena jual beli merupakan peserta aktif dalam program jaminan Nasional atau BPJS Kesehatan.

“Meskipun kebijakan pusat, kami berharap dengan adanya regulasi BPJS, tidak mempersulit pelepasan lahan,” pungkasnya.

Adapun 35 Desa di Tuban yang rencanaya terdampak dalam proyek nasional Tol Demak – Tuban, antara lain :

1. Kecamatan Bancar: Desa Jatisari, Karangrejo, Kayen, Latsari, Ngujuran, Siding, Sukoharjo, Tenggerkulon dan Tlogoagung.

2. Kecamatan Kerek: Desa Gaji, Gemulung, Jarorejo, Kasiman, Kedungrejo, Margomulyo, Padasan, Temayang dan Wolutengah.

3. Kecamatan Merakurak: Desa Kapu, Pongpongan, Tahulu, Tegalrejo, Temandang, Tuwiri Kulon dan Tuwiri Wetan.

4. Kecamatan Semanding: Desa Bektiharjo, Boto, Genah harjo, Penambangan, Prunggahan Kulon dan Sambongrejo

5. Kecamatan Tambakboyo: Desa Belikanget, Cokrowati, Mander dan Plajan

Sedangkan untuk  trainase Tol Ngawi-Bojonegoro, ada 1 Kecamatan di Tuban dan 6 Desa yang terkena pembangunan proyek tersebut, yakni Kecamatan Plumpang. Masing-masing di Desa Bandungrejo, Jatimulyo, Magersari, Plumpang dan Plandirejo.

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS