, (Ronggo.id) –  Oknum Guru Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bojonegoro diringkus polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri yang masih dibawah umur.

Dari hasil penyelidikan, sementara ini ada 8 siswa laki-laki yang diduga menjadi korban asusila oleh guru cabul berinisal AA (23) tersebut, diantaranya disodomi.

Kasat Reskrim , AKP Fahmi Amrullah mengungkapkan, terkuaknya kasus ini saat salah seorang korban beberapa hari terlihat murung. Mendapati itu, orang tua korban berusaha berinteraksi, hingga akhirnya korban mengaku telah disodomi oleh gurunya sendiri.

“Orang tua mengetahui anaknya murung, karena mungkin psikisnya (korban) kena. Setelah ditanya-tanya, anak itu baru bercerita,” ungkapnya, Rabu (20/3/2024).

Dari situ, lanjut Fahmi, korban bercerita jika telah mengalami tindakan tak senonoh oleh gurunya sejak bulan September 2023 sampai Januari 2024. Modus tersangka, awalnya mencium, lalu meraba-raba tubuh hingga alat kelamin korban.

“Pelaku melakukan itu berulang kali, hingga lama kelamaan eskalasinya semakin tinggi, dan pelaku memasukkan alat kelaminnya ke anus (dubur) korban,” jelasnya

Tak terima, orang tua korban lantas melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Mapolres Bojonegoro. Tak butuh waktu lama, jajaran Sat Reskrim akhirnya berhasil membekuk terduga pelaku yang tinggal di asrama sekolah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Fahmi, tersangka melakukan aksi cabul terhadap korban pada malam hari di asrama sekolah. Modusnya, korban diiming-imingi uang jajan.

“Para korban itu mengalami macam-macam, nggak hanya disodomi, tapi ada yang hanya diciumi dan dimainkan alat kelaminnya,” ucapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82 ayat 1, 2 jo pasal 76 E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang RI no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Tersangka diancam pidana penjara 15 tahun dan denda 5 miliar. Sementara itu, tenaga pendidik akan ditambah 1/3 tuntutan. Dan/atau pasal 6 huruf c jo pasal 4 ayat 1 huruf b, ayat 2 huruf b undang-undang no 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. (Ags/Jun)

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS