, (Ronggo.id) – Musyawarah Cabang (Muscab) sekaligus Seminar yang diadakan DPC Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Tuban mendapatkan support dari PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban.

Dua agenda itu berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Tuban, Selasa (2/7/2024). Hadir sebagai narasumber, yakni salah satu pemerhati disabilitas asal Kabupaten Bojonegoro.

Ketua DPP Pertuni Jawa Timur, Setiawan Gema Budi menyampaikan, seminar kali ini fokus terkait kewirausahaan, yakni branding jamu tradisional dari anggota , yang mana 90 persen berprofesi sebagai pemijat yang pernah menempuh pendidikan sekolah terapi pemijatan binaan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

“Mereka sudah memiliki sertifikasi Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT), yang fokus pada dasar anatomi fisologi dan anatomi patologi. Inilah yang menjadi dasar pembuatan produk jamu,” tuturnya.

Selain sentuhan fisik, kata Gema, seorang pemijat juga harus mampu memberikan rasa kenyamanan terhadap pasien dari dalam tubuh.

“Bukan hanya dari segi fisik, tapi juga ada terapi dari dalam untuk menyehatkan tubuh melalui konsumsi jamu tradisional,” katanya.

Gema menyatakan, dalam pengelolaan produk jamu, anggota Pertuni membutuhkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan inklusif, misal saja aoal visualisasi takaran maupun pembelian bahan-bahan jamu.

“Kalau untuk marketing dan pengemasan label, mungkin teman-teman Pertuni bisa melakukan itu. Tapi kalau terkait visualisasi, kami butuh kolaborasi. Dan inilah yang menjadi konsep kewirausahaan kali ini,” ujarnya.

Gema berharap, produk jamu tradisional yang dihasilkan anggota Pertuni dapat semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas, salah satunya melalui kontribusi dari TPPI.

“Bukan hanya pihak swasta saja, kami berharap juga ada kontribusi dari ,” harapnya.

Setelah ini, Gema mendorong agar pengurus baru segera menyusun progam kerja yang fokus terhadap kewirausahaan melalui kolaborasi, baik dengan dengan pemerintah maupun swasta.

“Karena tidak semuanya bisa diselesaikan sendiri, kolaborasi sangatlah dibutuhkan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, CSR Officer , Yulistianto mengaku sangat mendukung kegiatan seminar kewirausahaan oleh Pertuni Tuban. Dukungan ini berbanding lurus dengan tanggungjawab sosial maupun lingkungan yang selama ini rutin digalakkan TPPI.

“Tentu kami sangat mendukung kegiatan ini, karena merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat. Selain itu untuk memperjuangkan hak disabilitas,” ucapnya

Melalui kegiatan ini, Yulistianto berharap seluruh produk yang dihasilkan anggota Pertuni dapat terus dikembangkan bahkan bisa masuk hingga pasar internasional.

“Nanti teman-teman Pertuni silahkan di fasilitasi oleh dinas, kami akan selalu mendukung,” pungkasnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS