TUBAN – Setelah sepekan sebelumnya mengobrak-abrik dua desa di wilayah Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, kini kawanan maling, disebut warga sakti mandraguna karena menghilang saat digerebek, mulai merambah wilayah Desa Tunah, Kecamatan Semanding.

Tak jauh berbeda dengan aksinya di Desa Tegalbang, dan Desa Dawung di Kecamatan Palang, di Tunah mereka juga bisa kabur dengan mudah setelah beraksi. Bahkan saat dilakukan penggrebekan kawanan berbekal senjata tajam, sejenis pedang dan golok itu acap kali gagal lantaran tiba-tiba kabur tanpa jejak.

Informasi yang dihimpun dari warga Tunah menyatakan, kawanan maling mulai menyatroni desanya yang terletak di selatan Desa Tegalbang. Mereka melanjutkan aksinya dengan pola tak jauh berbeda dengan yang terjadi di wilayah Palang.

Melihat leluasanya kawanan itu beraksi, masyarakat resah karena takut jika rumahnya didatangi kawanan tersebut. Apalagi dikabarkan ketika beraksi mereka selalu selalu membawa pedang.

Dikatakan, beberapa hari ini rela tak keluar rumah di malam hari untuk berjaga-jaga. “Kalau siang mata saya sepet, Mas, gara-gara waspada terus kurang tidur malam,” ucapnya saat dikonfirmasi di sekitar wilayah desa.

Kepala Desa Tunah, Untung Subagyono, menuturkan, beberapa hari yang lalu para maling itu sudah pernah melakukan aksi menyongkel rumah warganya di RW 7. Begitu kepergok warga, maling tersebut tak lagi melanjutkan aksinya.

Untung Subagyono menambahkan, aksi para maling di desanya tak jauh berbeda dengan di Dawung dan Tegalbang.

“Adanya hal tersebut saya ajak teman-teman melakukan pos kamling, sebagai cara untuk mengamankan desa kita,” tambahnya saat ditemui akan ke sawah, Sabtu (8/3/2025) pagi.

Di Tunah warga mekakukan penyekatan di setiap persimpangan jalan. Harapannya bisa mengurangi mobilitas para pelaku kejahatan di desanya. Penyekatan juga bermaksud untuk mengetahui orang-orang asing yang melintasi daerahnya.

“Tadi malam juga ada sepeda motor plat Gresik yang terparkir di samping jalan besar, tapi saat saya dan warga lain hendak menghampiri sepeda itu sudah hilang,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Semanding, AKP Muhammad Lukman Hadi, mengatakan jika hingga saat ini belum ada laporan masuk kemeja kerjanya. Namun demikian, pihaknya terus melakukan patroli setiap malam demi menjaga keamanan di wilayah hukumnya.

“Saat ini kami terus melakukan serangkaian kegiatan patroli dan memfokuskannya di sekitar Desa Tunah,” ujar Lukman saat ditemui kantornya.

Lukman juga menghimbau kepada warga Tunah dan sekitarnya, untuk terus melakukan kegiatan pos kampling. Tak mudah terbawa oleh berita bohong. Masyarakat diharapkan selalu waspada, dan menjaga diri agar para maling tak dapat melakukan aksi seenaknya sendiri.

“Tapi saat pos kamling jangan sampai main hakim sendiri, jika ada orang asing harap ditanya secara detail dulu, kalau ada orang yang pulang kampung kan mengkhawatirkan,” pungkasnya. (Hus/Tgb).